Minggu, 27 Mei 2012

Mengapa Guru Sebaiknya Blogging?

Mengapa Guru Sebaiknya Blogging?


 
Tulisan ini terinspirasi oleh beberapa pertanyaan para guru perlu tidaknya memiliki sebuah blog. Secara langsung saya menjawab dengan jelas jika blogging sangat bermanfaat tidak hanya bagi Sang Guru tetapi juga bagi diri Sang Anak. Mengapa demikian? Berikut ini argumentasi saya mengapa blogging perlu untuk guru:

Pertama, perubahan teknologi telah yang begitu cepat tak pelak membuat interaksi antar manusi mengalami perubahan. Gaya hidup guru dan siswa tak pelak ikut berubah, meskipun tanpa disadarai. Contohnya, tidak sedikit dari para guru dan murid selalu menenteng perangkat telpon pintar yang terkoneksi dengan internet. Hal ini terjadi karena harga perangkat telpon pintar memang semakin terjangkau. Mengapa hal ini tidak dimanfaatkan oleh para pendidik untuk membuat siswa terus belajar melalui perangkat yang dimilikinya? Sungguh amat disayangkan jika para pendidik kurang begitu cepat menyikapi gaya hidup anak didiknya.

Pada suatu hari saya mengunjungi keponakan saya yang tinggal di pedesaan yang jauh dari pusat kota Yogyakarta. Nun jauh di suatu desa dekat perbatasan Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Sleman, saya menjumpai seorang keponakan saya yang kelas 6 SD sedang belajar. Seperti biasa, saya bertanya, “sedang belajar apa?”. Jawabnya, “sedang belajar nama-nama negara”.  Di mana buku belajarnya? Di jawab, “pakai HP”. “Pakai Google”. Begitu saya lihat di HPnya sedang membuka laman Wikipedia yang berisi informasi tentang negara Amerika.

Dari kasus di atas, saya berpikir alangkah baiknya para pendidik peka dengan kemajuan zaman. Pelajaran di sekolah yang berlangsung setiap hari bisa jadi membuat siswa terasa bosan. Jadwal pelajaran yang disusun secara formal membuat diri siswa seringkali memiliki rasa terpaksa untuk belajar sehingga hasil belajar seringkali tidak maksimal. Hal ini bisa sangat berbeda ketika kondisi hati anak sedang bahagia dan dengan sendiri mau belajar, maka apa yang dibaca akan jauh lebih mudah dipahami dan diingat dalam memori anak. Sudah saatnya mengubah pola belajar yang serba formal menjadi pola belajar santai dan menyenangkan.

Dari kasus di atas, bisa disimpulkan jika sebaiknya para pendidik yang memiliki blog dengan isi materi pelajaran yang bisa diakses oleh siswa kapanpun dan dimanapun melalui perangkat yang mereka miliki.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar