Minggu, 27 Mei 2012

Lulus? Mau Jadi Apa?

Lulus? Mau Jadi Apa?

Hari ini adalah hari penantian bagi teman-teman yang duduk di bangku SMU/sederajat. Kerja keras dan rasa lelah selama ujian akhirnya akan dibayar dengan selembar surat yang akan menjadi tiket mereka untuk memasuki gerbang berikutnya. Hari yang menentukan langkah mereka berikutnya.
Rasa cemas tentunya menghantui, ketakutan menjalar menembus daging dan tulang. Kegagalan bisa saja dimulai sejak hari ini. Tapi apakah benar tugas mereka akan berhenti hari ini sebagai pejuang karya, baik untuk pribadi ataupun kepentingan orang lain?

Jelas salah jika teman-teman beranggapan ini adalah akhir dari sebuah perjuangan panjang selama tiga tahun. Justru hari ini adalah gerbang menuju kehidupan baru yang lebih matang, yang bekalnya sudah dipersiapkah sejak memulainya dengan berseragam putih merah. Teman-teman akan menjadi pribadi baru, akan berlelah dengan tugas baru, akan berjuang untuk meluluskan perihal baru. Kedewasaan adalah hasil yang akan dimiliki nantinya. Kebijaksaan juga buah yang akan diraih pada gerbang berikutnya. Setelah hari ini, kehidupan baru akan dibuka.

Apa sih yang akan teman-teman lakukan setelah ini? Mungkin akan ada yang kuliah, ada yang langsung bekerja dan juga akan ada yang langsung menikah. Semua itu pilihan, dan tidak pernah ada yang salah.

Jika teman-teman SMU akan melanjutkan kuliah, sudahkah kalian yakin dalam memilih jurusan yang tepat? Lakukan pilihan tersebut dengan hati dan pikiran yang jernih. Yakinkan diri terhadap pilihan jurusan tersebut dengan minat dan kemampuan yang dimiliki, jangan sampai nantinya keluar kata-kata “salah jurusan”. Tentukan pilihan jangan hanya didasarkan pada alasan “kelihatannya kuliah jurusan A keren”, “banyak lulusan jurusan B yang keren”. Pastikan teman-teman memang menyukai jurusan tersebut, kalian yakin akan menjalani kurang lebih 4-5 tahun untuk mendalami jurusan tersebut, dan yakin bahwa kalian memang berkemampuan. Minta bantuan orang lain untuk memberikan saran, bisa orang tua, teman-teman atau psikolog untuk mengetahui jawaban mereka atas minat dan kemampuan kita. Tapi tetap harus diingat, yang akan menjalaninya adalah kalian bukan orang lain. Jadi pastikan pilihan tersebut memang atas keyakinan pribadi juga.

Jangan patah semangat jika kalian ternyata harus memilih untuk langsung bekerja tanpa harus mengecap rasa kuliah. Persiapkan mental yang lebih keras dalam menghadapi kehidupan baru. Lakukan yang terbaik, kumpulkan pundi-pundi uang yang mungkin bisa kalian pakai nantinya untuk bisa duduk dan merasakan “bangku” kuliah, dengan hasil perasan keringat sendiri.

Jika ternyata teman-teman harus memilih untuk melanjutkan kehidupan dengan menikah, jangan juga langsung bersedih. Jalani kehidupan dengan berlapang dada, tekuni kehidupan baru dengan ikhlas dan nikmati.

Selamat menjalani kehidupan yang lebih nyata karena setelah ini kalian sendirilah yang menentukan akan jadi apa kalian kelak. Tidak akan ada lagi bapak/ibu guru yang akan mengingatkan kalian untuk mengerjakan tugas, tidak akan ada lagi teman-teman sekelas yang akan kompak mengerjai pengajar, tidak akan ada lagi acara bolos bersama. Selamat untuk hasil yang kalian terima atas kerja keras dan usaha yang sudah dilakukan.

Ibarat kupu-kupu, hari ini pembungkus kepompong kalian terpecah, dan kalian siap menjadi kupu-kupu, yang akan mulai terbang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar