Selasa, 08 Mei 2012

Lawan Stres Dengan SMS

Lawan Stres Dengan SMS

perempuan dan sms
Jika beberapa tahun yang lalu seseorang mengandalkan surat untuk berkomunikasi terutama pada jarak yang jauh, sekarang hal tersebut sudah merupakan hal yang jarang dilakukan. Ada cara yang lebih praktis dan lebih singkat dilakukan dengan menggunakan via SMS. Kemajuan teknologi semakin memudahkan manusia untuk berkomunikasi dengan sesamanya.

Walaupun SMS memiliki sisi negatif karena merusak kemampuan bahasa karena menyingkat kata menjadi beberapa huruf serta membuat beberapa orang menjadi terganggu untuk berkonsentrasi terutama ketika menyetir, namun seorang profesor Psikologi telah menemukan sisi positifnya. Kemudahan ber-SMS ternyata mampu mengatasi stres terutama ketika ia sendirian.

Seorang psikolog klinis, Adrian Aguilera yang sebagian besar pasiennya adalah orang yang berpenghasilan minimum dan merasa stres atau depresi dan gangguan mental, merasakan kenyamanan ketika menerima pesan SMS tentang pertanyaan mengenai keadaan dirinya, atau pengingat untuk meminum obat. Mereka mengaku merasa diperhatikan dan tersentuh hanya karena pesan tersebut.

Penelitian tersebut dimuat dalam Journal Profesional Psychology : Research and Practice yang dimuat di tahun 2010. Aguilera mengembangkan program SMS yang berkenan dengan kebutuhan pasiennya untuk diperhatikan dengan rakannya seorang psikolog dari University of California San Fransisco, Ricardo Munoz. Percobaan tersebut dilakukan dengan mengirim SMS otomatis yang mendorong pasiennya untuk menjawab sesuai suasana hatinya. Selain itu isi pesan juga mengenai interaksi kehidupan sehari-hari baik itu yang positif maupun negatif.

Walaupun percobaan tersebut hanya dilakukan beberapa minggu untuk mengirimkan SMS, ternyata sebagian besar pasien merasa kehilangan jika SMS dihentikan dan meminta agar SMS tetap konstan untuk dikirim. Sempat terjadi kesalahan teknis selama seminggu sehingga pengiriman pesan berhenti. Akibatnya para pasien menunjukkan perubahan dan perbedaan karena mengaku kehlangan dengan SMS tersebut.

Sementara di Indonesia, HP sendiri sudah hampir menjadi kebutuhan primer. Semua kalangan memilikinya termasuk dari anak SD hingga mereka yang dewasa. Selain sebagai sarana komunikasi, sebagian orang juga sering mencurahkan isi hatinya via SMS. Walaupun kadang berefek buruk seperti terjadinya perselingkuhan atau kesalahpahaman, orang tidak akan jera untuk berkirim pesan dengan menggunakan media ini.

Jadi ketika Anda merasa kesepian, atau stres karena menghadapi permalahan yang rumit dan belum terselesaikan karena belum menemukan solusinya, ada baiknya Anda SMS teman terdekat untuk bercerita atau mintalah mereka untuk memberikan motivasi via SMS karena tentu saja Anda hanya akan mendengarkan saran dari mereka yang dekat dengan Anda

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar