Selasa, 08 Mei 2012

Cara Efektif Mengubah Kegagalan menjadi Kesuksesan

Cara Efektif Mengubah Kegagalan menjadi Kesuksesan 

 

Kegagalan adalah suatu peristiwa, bukanlah seseorang. Kita pasti telah mengenal sosok Thomas Alva Edison penemu lampu pijar. Thomas telah mengalami kegagalan sebanyak lebih dari ratusan kali dalam upaya yang dilakukannya untuk menyempurnakan lampu pijar listrik hasil temuannya. Saya terkesan dengan pernyataannya yang mengatakan, “saya tidak gagal. Saya telah berhasil menemukan ratusan cara yang tidak berjalan seperti yang diharapkan. Sebuah pernyataan yang penuh dengan semangat perjuangan dan pantang menyerah.

Hari ini tgl 24 april atau hari lainnya mungkin telah menjadi hari terakhir perpisahan kita dengan seseorang, hari ketika kita ditolak atau saat kita kehilangan atau menguburkan seseorang yang kita cintai, tetapi ingatlah bahwa tgl 25 april atau esok adalah hari pertama dari sisa hidup kita. Hari itu adalah awal dari sesuatu yang baru. Jika kita belum menyelesaikan dukacita kita, lakukanlah itu sekarang. Hadapi, terima, dan obatilah luka itu, bangunlah walaupun kita harus memaksa diri kita, dan teruslah berjalan .

Ada beberapa cara efektif untuk mengubah kegagalan menjadi kesuksesan
1. Milikilah sikap yang benar. 
Sikaplah yang akan menentukan apakah pengalaman yang menyakitkan akan berakhir menjadi suatu kegagalan atau kesuksesan. Kita bisa menanggapi suatu kegagalan atau kesalahan dengan 3 reaksi yang berbeda yaitu :

 - kita bisa memutuskan untuk tidak lagi melakukan kesalahan (sesuatu yang ideal dan mulia, tetapi sangat tidak realistis)
- Kita bisa membiarkan kegagalan membuat kita ragu-ragu dan takut untuk melangkah lagi karena takut terluka lagi (hal ini justru menghancurkan jiwa)
- Atau kita dapat memutuskan akan menjadikan kegagalan tersebut sebagai guru dan dengan demikian kita mendapatkan sesuatu yang berharga dari pengalaman tersebut (dan inilah reaksi yang mesti kita tanggapi)

Kehidupan kita tergantung pada apa yang kita gunakan untuk mengisinya. Kita melihat apa yang kita pilih untuk dilihat, mempercayai apa yang ingin kita percayai dan memperoleh sesuatu dari apa yang kita percayai tersebut. Sikap kitalah yang membedakannya.
2. Ketahuilah tujuan hidup anda 
Cara efektif lainnya untuk mengubah kegagalan menjadi kesuksesan dan mengatasi situasi yang menghancurkan hati adalah dengan mengetahui tujuan hidup kita. Semakin jelas tujuan hidup tersebut terdefinisi dan semakin dalam hal tersebut tertanam dalam kesadaran dan alam bawah sadar kita, maka semakin sedikit kegagalan tersebut menghambat kita. Tidak ada penghambat yang sungguh-sungguh tidak bisa diatasi kecuali kelemahan tujuan yang melekat dalam diri kita sendiri . Jika mata kita tetap tertuju pada tujuan dan mempunyai satu tujuan, tidak ada yang mampu menghentikan kita untuk mencapainya.
3. Ingatlah bahwa kegagalan adalah suatu peristiwa, bukanlah seseorang. 
Kegagalan yang sebenarnya adalah bahwa kita tidak mencoba, atau tidak terus berusaha mencoba, atau tidak bangkit sekali lagi setiap kali kita terjatuh. Belajar dari masa lalu, dan menggunakannya sebagai kesempatan untuk bertumbuh, bangkit, dan terus maju adalah suatu hal yang penting.
 4. Beri kesempatan pada Tuhan 
Jika kita merasa telah gagal, pertimbangkan dengan serius untuk memberi kesempatan kepada Tuhan. Tuhan ingin mengubah kita dari dalam menuju keluar. Kegagalan adalah kesempatan terbaik bagi Tuhan untuk melakukan dan mengerjakan sesuatu yang indah dalam hidup kita. Kemudian mengubah kegagalan kita menjadi suatu pengalaman berharga, suatu batu loncatan untuk menjadikan diri kita lebih baik lagi. Tuhan tidak hanya berkata bahwa kegagalan tidak pernah menjadi kata terakhir, tetapi bahwa kelemahan kita akan menjadi kekuatan bagi kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar