Selasa, 22 Mei 2012

Film Horor Indonesia Yang Mendunia

Film Horor Indonesia Yang Mendunia


Film berjenis horor bisa dibilang menjadi salah satu favorit penikmat film dunia selain action atau drama. Jika membicarakan negara manakah yang berhasil membuat film bercerita mistis terbaik tentulah tak salah jika Thailand dan Jepang menjadi juaranya. Ini terbukti film dari kedua negara tadi ada beberapa yang diremake kembali oleh Hollywood karena keunggulan kisahnya. Sebut saja film The Ring karya Hidio Nakata dan film Thailand The Shutter yang berhasil mendapatkan nilai 7.6 dan 100% "segar" dari Rotten Tomatoes sebuah situs yang membahas film di seluruh dunia. Namun sebagai bangsa Indonesia kita juga patut berbangga karena di tengah gencarnya film berbau horor komedi dan horor berbumbu pornografi ternyata ada beberapa film horor Indonesia yang berhasil mendapat apresiasi baik di dunia internasional. 




Yang pertama yaitu film berjudul Kala karya sutradara Joko Anwar. Film berjudul lengkap Dead Time : Kala ini disebut-sebut kritikus sebagai film Indonesia bergaya film noir pertama dan merupakan lompatan tinggi dalam sejarah perfilman Indonesia. Dalam Festival Film Indonesia 2007 film ini berhasil menyabet penghargaan sinematografi dan artistik terbaik. 






Film kedua berjudul Pintu Terlarang karya sutradara Joko Anwar. Di Indonesia bisa dibilang film ini kurang sukses dengan sedikitnya peminat. Meski demikian ada dua penghargaan berhasil didapat dalam Festival Film Indonesia 2009 yaitu sebagai tata sinematografi terbaik dan penyunting terbaik.Tak hanya itu saja dalam Puchon Intenational Fantastic Film Pestival yang digelar di Korea Selatan pada 16-26 juli 2009 film ini berhasil mendapat penghargaan Best of Puchon dan diputar pada International Film Festival Rotterdam ke-38 pada 21 Januari hingga 1 Februari 2009.





Selanjutnya ada film berjudul Rumah Dara yang direlease tahun 2009. Film ini diadaptasi dari film pendek “Dara” dalam film horor antologi "Takut: Faces of Fear". Dalam Puchon International Fantastic Film Festival (PiFan 2009) aktris Shareefa Danish menyabet penghargaan sebagai Best Actress. Selain PiFan film karya Mo Brothers ini diputar di festival lainnya, seperti Fantastic Fest 2009 di L.A, USA dan Fantastic Film Festival Germany 2009.



Kemudian ada film berjudul The Perfect House yang dibintangi Chaty Sharon dan Bella Esperance. Film berjenis psychological thriller ini berhasil mencuri perhatian di Puchon International Fantastic Film Festival (PiFan) 2011, yang dilangsungkan di Korea pada 14-24 Juli 2011.



Dan yang paling baru ada film Modus Anomali yang mulai tayang 26 April lalu. Film yang dibintangi aktor Rio Dewanto ini berhasil memenangkan penghargaan Bucheon Award di ajang Network of Asian Fantastic Films (NAFF) yang merupakan bagian dari Puchon International Fantastic Film Festival di Korea Selatan. Tak tanggung-tanggung Modus Anomali menyisihkan 23 proyek film kompetitor yang telah diseleksi dari sekitar 100 proyek dari mancanegara, termasuk dari Amerika Serikat, Jepang, Taiwan, Hongkong, Malaysia, dan Afrika Selatan. 


Hmm pokoknya salut buat para sineas Indonesia semoga film-film horor Indonesia dan film-film berjenis lainnya bisa semakin mendunia. Jayalah terus film Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar