Selasa, 12 Juni 2012

Anjing & Kucing Dibunuh Demi Jadi Tuan Rumah Euro 2012


Anjing & Kucing Dibunuh Demi Jadi Tuan Rumah Euro 2012

 Ukraina terpilih menjadi tuan rumah even sepak bola terbesar untuk negara-negara di kawasan Eropa, Euro 2012. Selain terus berbenah untuk menyambut kegiatan besar tersebut, Ukraina ternyata juga tega membunuh anjing-anjing dan kucing-kucing liar yang terlihat merusak pemandangan. Duh kasihan!

Dari beberapa foto yang ditampilkan di thesun.co.uk, Kamis (1/12/2011) tampak puluhan anjing berada dalam satu tempat penampungan dengan ukuran kurang lebih 1x1 meter. di tempat itu, anjing-anjing tampak sudah tidak bergerak lagi.

Dalam caption foto itu tertulis, Horror ... jumble of dead dogs.

Dijelaskan, foto mengenaskan tersebut diambil di sebuah penampungan hewan di Ukraina. Pihak berwenang di negara tersebut, memang memerintahkan agar anjing dan kucing liar harus dibersihkan dari jalan-jalan. Tujuannya tidak lain agar pemandangan di jalanan terlihat lebih indah mengingat akan banyak tamu dari negara asing termasuk para pemain sepak bola juga para suporternya yang akan berkunjung ke Ukraina.


Parahnya lagi, ternyata mereka tidak hanya dikurung. Dari hasil penelitian, ribuan hewan lucu itu kabarnya ada yang sengaja ditembak dan diracun. Yang lebih menyedihkan, bulu-bulu hwan ini malah dijadikan mantel dan topi bulu. Bahkan di Kiev, menurut seorang ahli, lebih dari 20 ribu hewan-hewan itu tewas sepanjang tahun ini.

Di kota Donetsk, sesorang yang berhasil menangkap anjing malah mendapatkan upah sebesar 35 pounds. Penelitian yang dilakukan seorang warga Jerman ini sangat mengejutkan para pecinta hewan dan dunia persepakbolaan.

Namun temuan ini sempat dibantah pemerintah Kiev. Mereka mengatakan telah menghentikan aksi ini sejak awal bulan lalu.

Tapi, peneliti PETA Jerman ini memastikan perlakuan tidak etis pada hewan-hewan itu masih terjadi.

"Ini sungguh kejam, melakukan hal tersebut hanya untuk sepak bola. Ini keterlaluan. Katanya di penampungan itu adalah anjing yang sudah tua dan sakit, nyatanya kami menemukan ada anak anjing di sana," kata peneliti tersebut.

Seorang juru bicara PETA lainnya yang berasal dari Inggris menyindir, "Pembunuhan terhadap anjing-anjing yang dilakukan Ukraina ini adalah bisnis yang menguntungkan."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar