Rabu, 09 Mei 2012

Jalan Untuk Mendapatkan Follower “Genuine”

Jalan Untuk Mendapatkan Follower “Genuine”


twitter-followers
(ilustrasi by. buzzom.com)
Tidak bisa dikesampingkan lagi, kalau twitter sudah menjadi senjata ampuh dalam berbisnis. Jasa jual – beli follower pun bertebaran disetiap penjuru twitter. Tapi kalau follower-nya ngasal dan tidak targeted tentu saja masih dianggap kurang ciamik oleh pengelola akun buzzer. Dikutip dari Esquire Magazine, Shafiq Pontoh menjelaskan kalau mendapatkan follower yang “genuine” memang butuh usaha, namun tentu saja masih banyak jalan menuju Roma. Pria dibalik kesuksesan beberapa akun Twitter seperti Ayah ASI dan Indonesia Berkebun ini menyebutkan beberapa tingkatan efektivitas cara mengumpulkan follower.

Pemilik akun harus mempunyai personal branding yang kuat dan membuat isi yang aktraktif, yang disesuaikan dengan pasarnya. Kalau market anak muda misalnya, isi tweet tentu harus seru, bermain, dan bercanda. Shafiq merujuk akun penulis Raditya Dika. “Menjadi sesuatu yang menghibur itu penting dalam sosial media. Mengantarkan sesuatu secara fun, pasti hasilnya akan resonate.” ungkap Shafiq.
Konten yang bermanfaat, misalnya dengan sering membagi pengetahuan. Penambahan follower cara ini mungkin tidak terlalu besar, namun pemilik akun bisa punya influence yang kuat karena orang yang follow tentu orang-orang yang ingin mencari pengetahuan juga.
Membuat akun anonim. “Tentu bukan akun anonim politik, karena buat saya itu sebuah kejahatan karena menebar fitnah dan bongkar sana-sini,” ungkap Shafiq. Contoh akun anonim itu seperti mislanya Soalcinta, SoalBOWBOW, sehingga ia punya keleluasan untuk bercerita dengan konsepnya.
Interaksi. Sering mengobrol, bergaul dan menjadi person yang menyenangkan. Ikut serta jika ada meet up dengan orang yang eksis di twitter. Ini akan membuat jejaring sehingga nantinya ia dapat dukungan dari teman-teman yang mungkin sudah mempunyai follower yang banyak.
Membuat kuis. Mungkin pertama-tama yang lebih sering menjawab para quiz hunter, namun jika konsisten, follower akan tumbuh. Cara ini yang saat ini menurut Shafiq paling mungkin dilakukan brand untuk mendapatkan follower.
Akun resmi. Bisa selebriti, band atau produk. Namun kalau follower banyak, tetapi pemilik akun tidak interest dengan follower-nya, jumlahnya bisa mandeg hanya di follower fanatik. Tapi, kalau ia berinterkasi dengan follower-nya dengan baik seperti Lady Gaga atau Agnes Monica, ia bisa melakukan influence yang besar sekali bagi para follower-nya.
Melakukan twitwar (“perang” tweet antar pemilik akun). Alasan orang untuk follow seseorang itu kalau bukan karena teman, atau malah melihat follower yang banyak agar ia bisa ikut eksis. “Misalnya ia selalu nyinyir atau menyerang sebuah akun ber-follower banyak, terus tiba-tiba di-retweet pemilik akun, maka bisa jadi ia bakal mendapatkan banyak mention dari follower pemilik akun yang diserang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar