Minggu, 27 Mei 2012

Hati-Hati Dengan Waktu Luang

Hati-Hati Dengan Waktu Luang

Waktu bukanlah benda yang bisa terlihat mata. Tidak juga bisa disentuh, bahkan kehadirannya terkadang tidak terasa. Andai waktu bisa terwujud nyata mungkin akan mudah untuk kita jaga. Tak akan kita lepas dia pergi begitu saja. Waktu sangat berharga dalam kehidupan kita. Jangan sampai terbuang sia-sia.

Orang sukses punya kemampuan untuk mengatur waktu. Anda bisa membaca tulisan tentang cara mengatur waktu di sini. Sementara mereka yang belum sukses sering membuang dan menyia-nyiakan waktu. Orang gagal punya banyak waktu luang karena tak tahu waktu yang ada mau diapakan. Hati-hati dengan waktu luang yang kita punya karena jika tak dimanfaatkan  bisa merugikan. Dampak negatif yang mungkin terjadi ketika anda punya waktu luang adalah:

1. Pikiran negatif datang
Kalau anda sibuk tak akan ada waktu untuk berpikir negatif. Pikiran dan tindakan anda akan fokus ke pekerjaan yang sedang anda kerjakan. Pelajar yang sibuk belajar dan berorganisasi, tak akan punya pikiran untuk nongkrong di jalan sambil bawa senjata tajam. Menunggu musuhnya datang untuk tawuran. Pikiran mereka fokus ke pelajaran dan aktifitas organisasi.
Para pengangguran punya potensi besar untuk berbuat kriminal karena tak ada yang bisa mereka lakukan. Waktu luang begitu banyak sementara kebutuhan hidup terus menuntut. Akhirnya segala macam pikiran negatif pun datang. Ide kreatif untuk berbuat jahat bermunculan.

2. Pengaruh lingkungan
Orang yang punya banyak waktu luang akan lebih mudah terpengaruh lingkungan. Kalau lingkungannya positif dan kondusif itu malah bagus. Seringkali yang mudah ditemui adalah lingkungan pergaulan yang negatif. Para pemuda sering nongkrong bareng dari kelas pos ronda sampai cafe tenda.
Diawali dari ngobrol ngalor ngidul, mulai dari rokok sampai narkoba beredar di sana. Beragam minuman pun tersaji dari kopi hingga tomi (topi miring, merek minuman keras lokal). Lingkungan akan sangat berpengaruh terhadap perilaku seseorang. Bahkan kepribadian kita sebagian terbentuk karena faktor lingkungan. Pemuda soleh bisa berubah menjadi pemuda salah pergaulan.

3. Malas dan santai
Sikap malas dan santai akan jadi kebiasaan kalau punya banyak waktu luang. Jika tak ada target yang harus dikejar dan tak punya mimpi yang ingin direalisasi membuat hidup bergerak lambat. Seperti adegan slow motion dalam film. Mereka berpikiran ngapain repot-repot, nyantai aja. Nikmati hidup yang cuma sekali ini.

Mereka akan menjadi orang tidak produktif. Tidak bisa mengembangkan potensi diri yang dimiliki. Hari-hari mereka akan berlalu begitu saja tanpa ada perubahan yang berarti.
Waktu luang bisa menjadi peluang jika dimanfaatkan dengan benar. Waktu luang juga bisa menghasilkan uang jika digunakan untuk hal yang berguna. Waktu luang ibarat pedang, tergantung untuk apa digunakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar